80s toys - Atari. I still have

Program langit biru makin gencar dikampanyekan. Bahkan dipastikan tahun 2010 motor yg tidak lolos uji emisi buang akan kena tilang. Tentu motor-motor seperti satria FU150 atau bahkan kawasaki ninja series sudah dilengkapi fitur untuk mengurangi gas buang. Yg jadi pertanyaan bagaimana dengan motor keluaran lama?

Pertanyaan tersebut sejalan dengan kondisi mesin-mesin diatas 3 tahun. Maklum kerja komponen mesin yang terus menerus membuat aus dan tidak lagi sesuai dengan kondisi pembakaran sempurna yg menyebabkan emisi cukup tinggi. Ada beberapa yg perlu diperhatikan supaya emisi buang pada mesin yg sudah berumur kembali menuju titik normal. Apa saja? ini panduannya.


1.Ganti repair kit karbu
Capuran bahan bakar diatur melalui karburator. Jika pengabutan tidak sehat dijamin campuran bensin-udara tidak akan normal. Masalahnya didalam karbu terdapat komponen lain seperti pilot jet, main jet, needle jet sampai air screw. Semua komponen tersebut merupakan penyumbang cukup besar soal emisi. Jika setelan ngaco karena komponen sudah aus sudah pasti emisi buangnya tinggi. AFR tidak ketemu sesuai standar. Pembersihan jeroan karbu mutlak dilakukan. Melepas komponen internal karbu dan membersihkannya. Paling aman supaya kondisi bisa seperti standar mending ganti repair kit karbu. Itu sudah pasti jelas akan normal kembali. Gunakan ukuran spuyer, needle jet dengan angka standar. Selain itu mengganti repair kit sekaligus bersihkan juga lubang-lubang didalam karbu. Supaya tidak buntu dan udara lebih lancar. Jika sudah kembali keposisi standar, stel ulang air screw sesuai patokan pabrikan.

2.Filter udara
Sadar atau tidak sadar filter udara sering dilupakan. Padahal filter udara ada masa pakainya. Sebab pada lapisan fìlter terdapat pori-pori sebagai penyaring kotoran agar tìdak masuk ke dalam karburator. Pada perjalanannya, pori-pori filter udara tertuttp. Sehingga mengacaukan setelan AFR (Air to Fuel Ratio). AFR ngaco sehingga meningkatkan emisi gas buang. Agar kembali pada kondisi pembakaran normal dan emisi buang rendah, filter udara wajib diganti. Secara batasan kilometer filter berbahan busa hanya sanggup bertahan menyaring kotoran tak lebih dari 10.000 km. Sedangkan tipe viscos elemen (filter yg dilapisi oil) sampai 16.000 km. Jika usia motor sudah lebih dari 3 tahun otomatis masa jarak tersebut sudah terlampui. Untuk penggantian filter udara gak mahal kok. Filter udara seperti karisma hanya Rp. 29.600 saja sedangkan milik jupiter Z hanya Rp.10.200. Bandingkan jika harus kena denda maksìmal Rp. 50 juta atau selama kurang lebih 6 bulan akibat emisi melebihi ambang batas yang ditentukan.

3.Bersihkan ruang bakar & skur klep
Deposit kotoran diruang bakar jadi sahabat emisì buang. Kerak diruang bakar tebal menyebabkan pembakaran tidak sempurna sehingga tinggi emisi buangnya. Salah satu cara untuk membersihkan ruang bakar adl dengan melepas kepala silinder. Didalam kubah dan kepala piston sering menumpuk deposit kerak hasil pembakaran. Bagian-bagian ini harus bersih supaya emisi gas buangnya rendah. Tunggu dulu, mengembalikan kondisi emisi gas buang agar rendah tidak cukup dengan jalan membersihkan ruang bakar saja, keadaan kompresi juga harus bagus. Disini tentu berhubungan dengan klep yg kondisinxa sudah gak rapat lagi. Sehingga ketika proses kompresi ada sebagian bensin segar yg turut terbuang ke knalpot. Bensin yang belum terbakar itulah penyebab emisi gas buang yg tinggi. Agar proses menutup klep benar-benar rapat, lakukan langkah skur klep.

4.Perhatikan kondisi knalpot
Faktor lain yg menyebabkan ada bensin yg belum terbakar turut terbuang keudara bebas yaitu kondisi knalpot kropos. Kenapa demikian?
Sebab kondisi knalpot kropos menyebabkan back pressure berkurang. Back pressure yg rendah ini menjadi penyebab bensin lolos keudara bebas saat terjadi langkah pembilasan diruang bakar. Jadi sebaiknya gunakan knalpot standar yg masih bagus atau jika knalpot sudah mulai banyak kerak dibersih kan.